RSS

Tag Archives: UUD’45

KEPUTUSAN BERSAMA

Peserta Sidang Itsbat yang memutuskan bahwa  Hari Raya Idul Fitri tahun ini jatuh pada hari Rabu, tanggal 31 Agustus 2011 adalah :

  • Menteri Agama dan Kementerian Agama Republik Indonesia sebagai Pemimpin Sidang dan fasilitator beserta  Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI)
  • Utusan-utusan Organisasi Massa (Ormas) Islam (diantaranya yang terbesar di Indonesia adalah Ormas Nahdatul Ulama (NU), Muhammadiyah dll)
  • Tokoh-tokoh Islam terkemuka
  • Prof. Dr. Thomas Djamaluddin, Deputi Sains, Pengkajian, dan Informasi Kedirgantaraan/Ahli Astronomi dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN)
  • Para Duta Besar Negara-negara Islam di Indonesia

Dengan mendengarkan pendapat-pendapat petugas yang kredibel dan disumpah yang ditempatkan/ditugaskan di beberapa titik di seluruh Indonesia. Keputusan diambil berdasarkan masukan dari peserta sidang dan diputuskan secara bersama-sama.

Namun keputusan akhir tetap diserahkan kepada kita, seperti tercantumkan dalam Pasal 28 Undang-Undang Dasar Republik Indonesai 1945 (UUD’45), tentang kebebasan beragama yaitu negara menjamin setiap warga negara beribadah menurut kepercayaan dan agamanya masing-masing.

 
Leave a comment

Posted by on August 30, 2011 in IndonesiaKu

 

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

KEMANAKAH PANCASILA SETELAH REFORMASI ?

Enam puluh enam tahun yang lalu, yaitu pada 1 Juni 1945 dalam sidang Badan Peyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), Bung Karno menyampaikan pandangannya tentang fondasi Indonesia Merdeka yang beliau sebut dengan istilah Pancasila sebagai dasar filosofi atau sebagai pandangan hidup bagi Indonesia Merdeka,” demikian pidato Presiden ke tiga RI BJ Habibie dalam peringatan Hari Lahir Pancasila di Gedung DPR, Senayan.

Pidato kenegaraan ini, tidak terlepas dari upaya Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) yang akhir-akhir ini gencar menyosialisasikan kembali empat pilar kebangsaan yang fundamental :

  • Pancasila
  • Undang-Undang Dasar 1945 (UUD’45)
  • Bhineka Tunggal Ika, dan
  • Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)

Sejak era reformasi (mulai 1998), yang diikuti gelombang demokratisasi di berbagai bidang, kemanakah sekarang Pancasila itu ?

Pancasila seolah-olah tenggelam dalam sejarah masa lalu yang tak lagi relevan dalam reformasi. Pancasila seolah hilang dari memori bangsa. Pancasila semakin jarang diucapkan, dikutip, dan dibahas dalam kehidupan ketatanegaraan, kebangsaan maupun kemasyarakatan.

Mengapa hal itu terjadi ?

Mengapa seolah kita melupakan Pancasila ?

Pancasila seolah “lenyap” dari kehidupan kita ?

Jawabnya adalah :

Pertama, situasi dan lingkungan kehidupan bangsa yang telah berubah baik di tingkat domestik, regional maupun global.

Kedua, terjadinya eforia reformasi sebagai akibat dari traumatisnya masyarakat terhadap penyalahgunaan kekuasaan di masa lalu yang mengatasnamakan Pancasila.

Dikatakan oleh Pak Habibie bahwa Pancasila tak terkait dengan sebuah era pemerintahan, apakah  Orde Lama, Orde Baru atau orde manapun. Pancasila seharusnya terus menerus diaktualisasikan dan menjadi jati diri bangsa yang mengilhami perilaku kebangsaan dan kenegaraan.

Tanpa aktualisasi nilai-nilai dasar negara, kita akan kehilangan arah perjalanan bangsa dalam memasuki era globalisasi di berbagai bidang yang kian kompleks dan rumit.

[Cuplikan pidato kenegaraan BJ. Habibie hari ini, 1 Juni 2011, naskah lengkap ada disini]

Mungkin pembaca yang budiman tahu jawabannya “Kemanakah Pancasila setelah Reformasi ?”

Sumber : ktsp-rpp-silabus

 
3 Comments

Posted by on June 1, 2011 in IndonesiaKu

 

Tags: , , , , , , , , , , , , , ,