RSS

Tag Archives: UU Anti Terorisme

BOM BUNUH DIRI DI SOLO

Bom bunuh diri di Gereja Bethel Injil Sepuluh (GBIS) Solo, Jawa Tengah Minggu 25 Oktober 2011 lalu, benar-benar mengusik ketenangan dan kedamaian antar umat beragama di Indonesia.

Jelas sekali pesan yang diinginkannya yaitu mengadu domba antar agama dan umat beragama.

Dengan kejadian ini diharapakan masyarakat bisa menyatukan tekad untuk sama-sama memberantas terorisme ini dengan peduli terhadap perkembangan yang terjadi di lingkungan masing-masing.

Segeralah melaporkan kepada RT maupun RW terdekat, jika ada hal-hal yang mencurigakan, perhatikan kegiatan orang-orang yang tidak anda kenal.

Pemberantasan terorisme tidak bisa hanya diserahkan kepada Pemerintah atau pihak keamanan, perlu partisipasi langsung dari masyarakat.

Di sisi lain para pakar, politisi maupun para elit partai bahkan media massa seperti surat kabar dan televisi  tidak berusaha untuk menyadarkan masyarakat bahwa keamanan adalah milik kita dan masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan, mereka malah berlomba-loma dan lebih senang menghujat dan menelanjangi Pemerintah maupun aparat keamanan meskipun tanpa solusi yang jelas.

Diantara mereka ada juga yang berpendapat bom bunuh diri ini sebagai pengalihan isu yang terjadi akhir-akhir ini.

Saya khawatir terhadap pihak-pihak yang selalu menghalang-halangi terwujudnya Undang Undang Intelijen, tidak lain dan tidak bukan dapat digolongkan kepada antek-antek TERORIS itu sendiri. Apalagi mereka sudah mampu mempengaruhi mahasiswa agar berdemo untuk “menolak UU Intelijen”, seperti yang terjadi di Bandung akhir-akhir ini.

“Kepolosan” mahasiswa menyebabkan mereka mudah terpengaruh oleh bujuk rayu antek-antek teroris. Para Mahasiswa tidak mengetahui bahwa petugas-petugas di lapangan perlu payung hukum untuk melindungi langkah dan tindakannya dalam bekerja. Karena itu, kinilah saatnya UU tersebut segera diwujudkan agar kelak dapat melidungi segenap bangsa Indonesia dari aksi-aksi terorisme.

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on September 26, 2011 in IndonesiaKu

 

Tags: , , , , , , , , , ,

BOM MELEDAK DI CIREBON, BIN KEBOBOLAN?

Sumber : yahoo.com

Sumber : yahoo.com

Ini adalah sebuah berita dari vivanews.com hari ini (16/4), sehubungan dengan pernyataan Wakil Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Aziz Syamsuddin, dalam diskusi tentang Rancangan Undang-Undang (RUU) Intelijen di Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

Aziz menyatakan bahwa :

“Bom di Masjid Mapolresta Cirebon dan serangkaian teror bom yang terjadi adalah bukti Badan Intelijen Negara (BIN) telah kebobolan. Yang semestinya bisa melakukan pencegahan sehingga peristiwa tersebut tidak terjadi”.

Menurut saya, Aziz sebagai seorang politisi yang andal, seharusnya memiliki tanggungjawab moral untuk meluruskan pandangan sebagian kelompok masyarakat yang masih meragukan RUU Intelijen agar segera dijadikan UU. Supaya ada aturan yang tegas mana yang boleh atau yang tidak boleh dilakukan oleh intelijen.

Sekarang coba kita bayangkan, bagaimana bisa Badan tersebut melaksanakan tugasnya kalau setiap langkahnya dicurigai bahwa Intelijen mencampuri ranah privasi rakyat apabila memonitor situs-situs jejaring sosial,  dilarang melakukan penyadapan sebagai salah satu cara untuk mengatahui gerakan-gerakan teroris yang sudah menggunakan teknologi untuk merencanakan dan melaksanakan kegiatannya, dilarang menangkap walaupun sasaran sudah di depan mata.

Alangkah baiknya kalau Aziz mengingatkan agar kita satu kata dalam melawan rongrongan teroris, dengan memberikan kewenang-kewenangan yang dibutuhkan oleh sebuah Badan Intelijen untuk mengantisipasi keadaan dan mengoptimalkan kemampuannya dalam melindungi bangsa ini dengan memberikan rambu-rambu yang jelas.

Sadarkah kita, sementara komponen bangsa ini masih berkutat dengan pro dan kontra tentang RUU Intelijen, para teroris tertawa terbahak-bahak sambil terus menjalankan rencana-rencananya….

Mengapa kita tidak berkaca kepada negara tetangga kita Malaysia yang jauh lebih aman dari gangguan teroris, karena Intelijennya mempunya Internal Security Act (ISA) atau Singapura karena mereka punya UU Anti Terorismenya yang jelas. Bahkan Negara yang menjunjung tinggi Hak azazi Manusia seperti Amerika punya Patriot Act.

Undang-undang ini telah mampu melindungi masyarakat dan bangsa mereka dari rasa takut akibat teror.

Pertanyaannya, sampai kapankah Badan Intelijen Negara punya sebuah rambu-rambu untuk bergerak dengan percaya diri dalam melindungi bangsanya?

 
10 Comments

Posted by on April 16, 2011 in IndonesiaKu

 

Tags: , , , , , , , , , ,