RSS

Tag Archives: shalat

MENGHORMATI BENDERA

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2009, pada 9 Juli 2009, tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan.

Memiliki 9 Bab dan 74 pasal yang mengatur praktek penetapan dan tata cara penggunaan bendera, bahasa dan lambang negara, serta lagu kebangsaan serta ketentuan – ketentuan pidananya.

Tujuannya untuk :

  1. Memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
  2. Menjaga kehormatan yang menunjukkan kedaulatan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
  3. Menciptakan ketertiban, kepastian, dan standarisasi penggunaan bendera, bahasa, dan lambang negara, serta lagu kebangsaan.

Dikaitkan dengan UU di atas, baru-baru ini kejadian di SMP Al-Irsyad di Kecamatan Tawangmangu dan SD Islam Sains dan Teknologi (SD-IST) Al-Albani di Kecamatan Matesih, Karanganyar yang tidak bersedia dan menolak melaksanakan upacara bendera yang biasa dilakukan di sekolah-sekolah setiap hari Senin.

Kepala SMP Al-Irsyad Tawangmangu, Sutardi, menyatakan menghormati benda mati, termasuk bendera negara, sama halnya dengan perbuatan syirik. Gerakan hormat, dianggap sama dengan gerakan i’tidal dalam shalat.

Sedangkan Kepala SD IST Al-Albani Matesih, Heru Ichwanudin, menyatakan penghormatan kepada bendera negara merupakan hak masing-masing individu dan bukan kewajiban.

Sebagai warga negara dan bangsa Indonesia, kita menyesalkan kejadian ini. Apalagi beliau berdua adalah seorang pendidik, bahkan kepala sekolah yang seharusnya memberikan contoh yang baik kepada anak didiknya bagaimana membangkitkan rasa cinta tanah air dan bangsa sejak kecil, sebagai bekal kelak agar anak-anak tersebut menjadi generasi yang sanggup membangun negaranya menjadi besar, agar mereka tidak terlindas arus globalisasi.

“Kita wajib menghargai simbol-simbol bangsa, dalam pengertian menghormati, bukan menyembah,” kata Wakil Menteri Pendidikan Nasional, Fasli Djalal, Selasa (7/6/2011).
Kita sepakat bahwa penghormatan terhadap bendera merah putih atau menyanyikan lagu kebangsaan bukan perbuatan syirik, dan sikap menghormati  berbeda dengan menyembah. Di negara-negara Islampun, bendera juga dihormati oleh warganya.

Saatnya para ulama turun tangan untuk membantu dan berperan menyelesaikan masalah ini. Seperti harapan Kementerian Pendidikan Nasional agar  ulama mampu memberikan penjelasan kepada umat mengenai aturan penghormatan kepada simbol negara, supaya tidak dipahami secara kaku dan sempit.

Kita tidak ingin sekolah atau aset bangsa ini ditutup, seperti yang kita dengar jika mereka tetap pada pendiriannya. Marilah kita duduk bersama membicarakan hal ini dengan kepala dingin, lakukan dialog dan pendekatan dalam rangka  pembinaan kepada masyarakat.

Untuk menghadapi kondisi seperti ini, dari dulu saya berangan-angan sebaiknya negara kita memberlakukan Wajib Militer saja seperti yang sudah dilaksanakan oleh negara tetangga Singapura. Semua anak laki-laki setelah menyelesaikan  Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) harus ikut latihan militer, apabila pada saat negara dalam keadaan darurat atau membutuhkan bantuan mereka siap berada di garis depan.

Pendidikan ini juga baik untuk melatih disiplin bangsa kita yang disadari atau tidak, semakin susah diatur.

Berita terakhir menyebutkan bahwa setelah dilakukan dialog, kedua sekolah akan melaksanakan kegiatan upacara bendera kembali. Syukurlah, mudah-mudahan para Kepala Sekolah tersebut manyadari kekilafannya.

Sumber : detiknews.com & anggara.org
Sumber Foto : newsflash
Advertisements
 
10 Comments

Posted by on June 8, 2011 in Uncategorized

 

Tags: , , , , , , ,