RSS

Tag Archives: Rieke Diah Pitaloka

JAMILAH TKW YANG TEWAS di ARAB SAUDI

Si Oneng

Si Oneng

Jamilah  binti Emang, seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Arab Saudi yang berangkat melalui perusahaan jasa tenaga kerja PT Al Hijaz Indo Jaya,  Jalan Dewi Sartika Cawang pada 12 Februari 2006, ditemukan di Masjidil Haram, dibuang oleh majikannya kemudian menghembuskan nafasnya pada 15 Desember 2011 di Rumah Sakit King Faisal.

Jenazah sampai sekarang masih belum bisa diterbangkan ke Indonesia.

Dalam sebuah artikel di Rakyat Merdeka On-line, menurut Anggota Komisi IX DPR-RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Rieke Diah “Oneng” Pitaloka, hal ini merupakan kegagalan Presiden SBY dalam melindungi warga negaranya di luar negeri.

Membaca tanggapan si “Oneng” ini, terus terang sebagai anak bangsa saya merasa malu, masak seorang Anggota DPR kita mempunyai wawasan serendah ini ?.

Ternyata pengetahuan Si “Oneng” belum cukup untuk mencerna bahwa mengurus jenazah di luar negeri tidak tidak semudah mengurus jenazah di negara sendiri.

Si  “Oneng”mungkin perlu diajak berkunjung  atau terjun langsung bagaimana kesulitan pengurusan jenasah di luar negeri sampai bisa diterbangkan ke Tanah Air.

Apalagi  bertepatan dengan akhir tahun, meskipun Arab Saudi adalah Negara Islam mungkin saja para penentu kebijakan di sana sibuk mempersiapkan diri menghadapi detik-detik pergantian tahun. Secara tidak langsung akan mempersulit petugas-petugas kita untuk mempercepat pemulangan janazah.

Anehnya, kenapa Oneng tidak menuntut perusahaan jasa tenaga kerja PT Al Hijaz Indo Jaya sebagai yang bertanggung jawab dan memperoleh keuntungan dengan memberangkatkan para TKI khususnya Jamilah binti Emang ?

Kenapa tidak menuntut Moh. Jumhur Hidayat sebagai Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) ?

Kenapa tidak menuntut Muhaimin Iskandar sebagai Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi ?

Oneng……Oneng…..!!!!!

Foto : saya ambil di sini.

 

 
1 Comment

Posted by on January 3, 2012 in Uncategorized

 

Tags: , , , , , , , , , ,

WASPADA PENIPUAN NII

Berikut ini adalah beberapa calon korban dan korban penipuan kelompok Negara Islam Indonesia (NII) :

  1. Rieke Diah Pitaloka, politisi PDI Perjuangan, hampir dibaiat oleh kelompok Negara Islam Indonesia (NII) sekitar tahun 1995 s/d 1996 ketika kuliah di Universitas Indonesia(UI). Awalnya kelompok tersebut mengajak diskusi di sekitar Buncit, Mampang, Jakarta Selatan, karena Rieke suka belajar ngaji dan ingin memperdalam ajaran Islam. Diskusi membicarakan seputar Islam, kondisi terkini, masalah bangsa, dan ujung-ujungnya berubah mengajak untuk membentuk negara baru.
  2. Lian, hilang sejak 7 April 2011, ditemukan oleh petugas Kepolisian Sektor (Polsek) Cisarua, Bogor, Jawa Barat,  berdasarkan informasi warga di Mesjid At-Taawun, Puncak, Bogor. Kondisi Lian pada saat ditemukan hilang ingatan, tidak punya identitas diri, tidak ingat keluarga, anak dan suami. Ketika meninggalkan rumah Lian berseragam Kementrian Perhubungan (Kemenhub), berubah penampilan dengan menggunakan pakaian gamis dan penutup muka (cadar).
  3. Mahatir Rizki (19), Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang telah pulang ke rumahnya di Bima, Nusa Tenggara Timur. Rizki diduga korban yang “dicuci” otaknya, didoktrinisasi kelompok NII  sebuah keyakinan tertentu.

Dari kasus-kasus yang dialami Rike dan Rizki, keduanya pada saat kejadian adalah mahasiswa, sedangkan Lian Calon Pegawai Negeri Sipil di Kemenhub. Profesi Mahasiswa (lebih disukai wanita) atau orang-orang muda yang ingin memperdalam agama Islam menjadi sasaran empuk kelompok NII untuk di ”cuci otak”-nya, didoktrinisasi, dan ditipu. Sehingga hilang ingatan dan lupa dengan diri sendiri, maupun keluarganya.

Bagi Mahasiswa beberapa Universitas atau kampus-kampus terkemuka yang menjadi incaran kelompok NII untuk menjadi kader mudanya yang cerdas, seperti UI Depok Jawa Barat, Universitas Muhammadiyah Malang dll agar selalu waspada.

Begitu juga kepada masyarakat yang tinggal di sekitar daerah Mampang, Jakarta Selatan, harus lebih hati-hati dan membentengi diri agar tidak terseret dengan bujukan-bujukan kelompok NII.

Diharapkan Pemerintah dan semua lapisan masyarakat merasa bertanggung jawab, bahu membahu bergerak secara aktif untuk mendeteksi, mengingatkan keluarga masing-masing, tetangga, dan teman akan bahaya kelompok ini, karena ancaman terjadi di tengah masyarakat.

Langkah Polda Metro Jaya melakukan pemetaan dan pemantauan terhadap titik-titik yang menjadi basis NII di wilayah Jakarta, Tangerang dan Bekasi, diharapkan juga dapat berjalan dengan baik.

Di sisi lain Khofifah Indar Parawansa, Ketua Umum DPP Muslimat Nadhatul Ulama (NU), di Palembang, Sabtu (30/4/2011), mengingatkan bahwa satu hal yang harus dipahami masyarakat, yakni pentingnya MENJAGA NEGARA, dan yang lebih penting adalah bahwa kita orang Indonesia yang beragama Islam bukan orang Islam yang hidup di Indonesia.

Khofifah menambahkan bahwa ASAS MEMBELA KEDAULATAN NEGARA ADALAH BAGIAN DARI IMAN.

Adam & Fikri, diduga pelaku "cuci otak" 15 Mhs. UMM & Unibraw Malang, Jatim (Sumber foto :Kompas)

Adam & Fikri, diduga pelaku "cuci otak" 15 Mhs. UMM & Unibraw Malang, Jatim (Sumber foto : Kompas)

Sumber berita :

AntaraNews,  Kompas, Tribun, Vivanews, dan Okezone

 
14 Comments

Posted by on May 2, 2011 in IndonesiaKu

 

Tags: , , , , , , , , , , , , , , ,