RSS

Tag Archives: Ormas Islam

KEPUTUSAN BERSAMA

Peserta Sidang Itsbat yang memutuskan bahwa  Hari Raya Idul Fitri tahun ini jatuh pada hari Rabu, tanggal 31 Agustus 2011 adalah :

  • Menteri Agama dan Kementerian Agama Republik Indonesia sebagai Pemimpin Sidang dan fasilitator beserta  Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI)
  • Utusan-utusan Organisasi Massa (Ormas) Islam (diantaranya yang terbesar di Indonesia adalah Ormas Nahdatul Ulama (NU), Muhammadiyah dll)
  • Tokoh-tokoh Islam terkemuka
  • Prof. Dr. Thomas Djamaluddin, Deputi Sains, Pengkajian, dan Informasi Kedirgantaraan/Ahli Astronomi dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN)
  • Para Duta Besar Negara-negara Islam di Indonesia

Dengan mendengarkan pendapat-pendapat petugas yang kredibel dan disumpah yang ditempatkan/ditugaskan di beberapa titik di seluruh Indonesia. Keputusan diambil berdasarkan masukan dari peserta sidang dan diputuskan secara bersama-sama.

Namun keputusan akhir tetap diserahkan kepada kita, seperti tercantumkan dalam Pasal 28 Undang-Undang Dasar Republik Indonesai 1945 (UUD’45), tentang kebebasan beragama yaitu negara menjamin setiap warga negara beribadah menurut kepercayaan dan agamanya masing-masing.

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on August 30, 2011 in IndonesiaKu

 

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

BUBARKAN SAJA

Setelah terjadinya Peristiwa berdarah Cikeusik, Pandeglang, Banten dan Temanggung, Jawa Tengah, dalam peringatan Hari Pers Nasional, 9 Februari 2011 lalu, Presiden memberikan instruksi kepada penegak hukum untuk tidak segan-segan membubarkan organisasi kemasyarakatan (ormas) yang melakukan aksi anarkis, dan terbukti melanggar hukum.

Sudah sangat jelas apa yang diinstruksikan oleh Presiden adalah untuk membubarkan ormas yang terbukti melakukan aksi anarkis, bukan membubarkan ormas Islam. Berarti ormas yang merasa tidak berbuat anarkis, tidak termasuk dalam kriteria ini.

Instruksi Presiden tersebut langsung ditanggapi oleh Ketua Bidang Advokasi Front Pembela Islam (FPI), Munarman dengan pernyataan akan ‘mem-Ben Ali-kan’ SBY (Ben Ali adalah Presiden Tunisia yang digulingkan oleh massa rakyat).

Tanggapan ini, dilengkapi lagi oleh Ketua Umum FPI, Habib Rizieq, pada Senin (15/2) malam, dalam acara Maulid Akbar Nabi Muhammad SAW, mengancam dan menyerukan penggulingan Presiden SBY, dengan semboyan di spanduk yang terbentang lebar-lebar dengan tulisan berwarna merah dan latar belakang putih : “Bubarkan Ahmadiyah atau Revolusi”.

Saya melihat, keangkuhan dan kesombongan sedang merasuk dan menghantui relung-relung kalbu kedua orang tersebut yang lupa bahwa ucapan mereka didengar oleh semua orang.

Kita tidak bisa membayangkan, bagaimana kalau orang-orang ini berada di jaman Orde Baru, mereka pasti sudah dikenai Undang-undang Subversif, yang definisinya menurut wikipedia adalah salah satu upaya pemberontakan dalam merobohkan struktur kekuasaan termasuk Negara.

Masyarakat sudah bisa menebak dan secara kasat mata, sebetulnya tanpa sadar mereka sudah mengakui bahwa yang sering berbuat anarkis itu adalah ormas mereka.

Mantan Wakil Presiden,  Jusuf Kalla (JK) menilai bahwa pernyataan tersebut sudah tergolong sebagai tindakan makar.

Sedangkan, Ketua Umum Partai Demokrat,  Anas Urbaningrum menyatakan bahwa kita tidak usah mencemaskan seruan tersebut, karena itu tidak akan disambut oleh rakyat.

Mudah-mudahan rakyat kita juga sudah paham ormas mana yang sering berbuat anarkis, dengan dalih dan berkedok agama, tapi segala tindakan dan tingkah lakunya tidak menggambarkan orang yang beragama alias seperti preman…!!!!.

Sebagai warga negara yang baik, saya menyarankan kepada Pemerintah, agar jangan ragu-ragu untuk membubarkan ormas apa saja yang berbuat anarkis, karena segala bentuk kekerasan tidak layak untuk tinggal di negara tercinta ini……….

Merdeka….!!!!!

Sumber : vivanews.com & detik.com

 
Leave a comment

Posted by on February 16, 2011 in IndonesiaKu

 

Tags: , , , , , , ,