RSS

Tag Archives: NKRI

BASMI TERORIS

Diakui bahwa  Kepolisian Negara RI terus mendalami langkah investigasi internal tentang tanggapan mereka terhadap informasi dari Badan Intelijen Negara (BIN) sehubungan dengan peristiwa bom bunuh diri di Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) Kepunton, Solo, Jawa Tengah (25/9), yang diketahui bahwa pelakunya adalah Pino Damayanto alias Ahmad Urip alias Ahmad Yosefa Hayat yang melukai 15 (lima belas) orang.
Sehubungan dengan kejadian di atas, menurut hemat saya, intelijen sudah bekerja dengan baik dan telah memberikan informasi kepada pihak Kepolisian, dan kepolisianpun sebenarnya sudah melakukan tugasnya untuk menindaklanjuti informasi tersebut.

Terus masalahnya apa, sehingga masih terjadi peristiwa bom bunuh diri di Solo ?

Disadari atau tidak, kelemahan ada pada peraturan perundang-peundangan negara kita yang mengganggap bahwa informasi intelijen belum cukup untuk dapat melakukan penangkapan terhadap pelaku teror tanpa didukung alat bukti, artinya informasi intelijen belum dapat dijadikan sebagai alat bukti untuk melakukan penindakan.

Padahal terorisme adalah “extra ordinary crime” yaitu kejahatan yang luar biasa, dilakukan oleh orang-orang dan organisasi yang luar biasa baik disiplin maupun  loyalitasnya.

Disadari bahwa untuk menghadapi kejahatan terorisme ini, negara harus dilengkapi dengan perangkat-perangkat yang juga harus luar biasa, diantaranya yang sedang diusahakan oleh para tokoh yang peduli terhadap NKRI adalah memperjuangkan terwujudnya UU Intelijen.

Tentu saja kita berharap suatu saat Undang-Undang Intelijen bisa meluruskan dan menutupi kelemahan Undang-undang Hukum sebelumnya, agar informasi intelijen bisa jadi alat bukti, yang akan sangat efektif dalam penanganan masalah teror serta memberikan rasa percaya diri kepada aparat supaya tidak dihantui dengan tuntutan Hak Azazi Manusia (HAM) yang selalu digembar-gemborkan beberapa pihak penentang.

Dipihak lain muncul pertanyaan dibenak kita : ”Apakah sebelum melakukan tindakan biadab tersebut para teroris juga memikirkan HAM orang-orang yang akan menjadi korbannya ?”

Advertisements
 
1 Comment

Posted by on October 2, 2011 in IndonesiaKu

 

Tags: , , , , , , , , , , , ,

KEMANAKAH PANCASILA SETELAH REFORMASI ?

Enam puluh enam tahun yang lalu, yaitu pada 1 Juni 1945 dalam sidang Badan Peyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), Bung Karno menyampaikan pandangannya tentang fondasi Indonesia Merdeka yang beliau sebut dengan istilah Pancasila sebagai dasar filosofi atau sebagai pandangan hidup bagi Indonesia Merdeka,” demikian pidato Presiden ke tiga RI BJ Habibie dalam peringatan Hari Lahir Pancasila di Gedung DPR, Senayan.

Pidato kenegaraan ini, tidak terlepas dari upaya Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) yang akhir-akhir ini gencar menyosialisasikan kembali empat pilar kebangsaan yang fundamental :

  • Pancasila
  • Undang-Undang Dasar 1945 (UUD’45)
  • Bhineka Tunggal Ika, dan
  • Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)

Sejak era reformasi (mulai 1998), yang diikuti gelombang demokratisasi di berbagai bidang, kemanakah sekarang Pancasila itu ?

Pancasila seolah-olah tenggelam dalam sejarah masa lalu yang tak lagi relevan dalam reformasi. Pancasila seolah hilang dari memori bangsa. Pancasila semakin jarang diucapkan, dikutip, dan dibahas dalam kehidupan ketatanegaraan, kebangsaan maupun kemasyarakatan.

Mengapa hal itu terjadi ?

Mengapa seolah kita melupakan Pancasila ?

Pancasila seolah “lenyap” dari kehidupan kita ?

Jawabnya adalah :

Pertama, situasi dan lingkungan kehidupan bangsa yang telah berubah baik di tingkat domestik, regional maupun global.

Kedua, terjadinya eforia reformasi sebagai akibat dari traumatisnya masyarakat terhadap penyalahgunaan kekuasaan di masa lalu yang mengatasnamakan Pancasila.

Dikatakan oleh Pak Habibie bahwa Pancasila tak terkait dengan sebuah era pemerintahan, apakah  Orde Lama, Orde Baru atau orde manapun. Pancasila seharusnya terus menerus diaktualisasikan dan menjadi jati diri bangsa yang mengilhami perilaku kebangsaan dan kenegaraan.

Tanpa aktualisasi nilai-nilai dasar negara, kita akan kehilangan arah perjalanan bangsa dalam memasuki era globalisasi di berbagai bidang yang kian kompleks dan rumit.

[Cuplikan pidato kenegaraan BJ. Habibie hari ini, 1 Juni 2011, naskah lengkap ada disini]

Mungkin pembaca yang budiman tahu jawabannya “Kemanakah Pancasila setelah Reformasi ?”

Sumber : ktsp-rpp-silabus

 
3 Comments

Posted by on June 1, 2011 in IndonesiaKu

 

Tags: , , , , , , , , , , , , , ,