RSS

KEMANAKAH PANCASILA SETELAH REFORMASI ?

01 Jun

Enam puluh enam tahun yang lalu, yaitu pada 1 Juni 1945 dalam sidang Badan Peyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), Bung Karno menyampaikan pandangannya tentang fondasi Indonesia Merdeka yang beliau sebut dengan istilah Pancasila sebagai dasar filosofi atau sebagai pandangan hidup bagi Indonesia Merdeka,” demikian pidato Presiden ke tiga RI BJ Habibie dalam peringatan Hari Lahir Pancasila di Gedung DPR, Senayan.

Pidato kenegaraan ini, tidak terlepas dari upaya Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) yang akhir-akhir ini gencar menyosialisasikan kembali empat pilar kebangsaan yang fundamental :

  • Pancasila
  • Undang-Undang Dasar 1945 (UUD’45)
  • Bhineka Tunggal Ika, dan
  • Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)

Sejak era reformasi (mulai 1998), yang diikuti gelombang demokratisasi di berbagai bidang, kemanakah sekarang Pancasila itu ?

Pancasila seolah-olah tenggelam dalam sejarah masa lalu yang tak lagi relevan dalam reformasi. Pancasila seolah hilang dari memori bangsa. Pancasila semakin jarang diucapkan, dikutip, dan dibahas dalam kehidupan ketatanegaraan, kebangsaan maupun kemasyarakatan.

Mengapa hal itu terjadi ?

Mengapa seolah kita melupakan Pancasila ?

Pancasila seolah “lenyap” dari kehidupan kita ?

Jawabnya adalah :

Pertama, situasi dan lingkungan kehidupan bangsa yang telah berubah baik di tingkat domestik, regional maupun global.

Kedua, terjadinya eforia reformasi sebagai akibat dari traumatisnya masyarakat terhadap penyalahgunaan kekuasaan di masa lalu yang mengatasnamakan Pancasila.

Dikatakan oleh Pak Habibie bahwa Pancasila tak terkait dengan sebuah era pemerintahan, apakah  Orde Lama, Orde Baru atau orde manapun. Pancasila seharusnya terus menerus diaktualisasikan dan menjadi jati diri bangsa yang mengilhami perilaku kebangsaan dan kenegaraan.

Tanpa aktualisasi nilai-nilai dasar negara, kita akan kehilangan arah perjalanan bangsa dalam memasuki era globalisasi di berbagai bidang yang kian kompleks dan rumit.

[Cuplikan pidato kenegaraan BJ. Habibie hari ini, 1 Juni 2011, naskah lengkap ada disini]

Mungkin pembaca yang budiman tahu jawabannya “Kemanakah Pancasila setelah Reformasi ?”

Sumber : ktsp-rpp-silabus

 
3 Comments

Posted by on June 1, 2011 in IndonesiaKu

 

Tags: , , , , , , , , , , , , , ,

3 responses to “KEMANAKAH PANCASILA SETELAH REFORMASI ?

  1. ichsan

    June 2, 2011 at 10:53 pm

    bener, pancasila seolah olah di jadikan masalalu ..
    padahal di setiap upacara di kumandangkan .. di setiap sampul buka tertuliskan😀

     
    • papua

      June 4, 2011 at 8:12 pm

      Mudaha2an kita semua bisa cepat menyadarinya, bahwa tanpa aktualisasi nilai-nilai dasar negara, kita akan kehilangan arah perjalanan bangsa dalam memasuki era globalisasi di berbagai bidang yang kian kompleks dan rumit (seprti kata pak Habibie).
      Salam Mas Ichsan….

       
  2. karlalina

    June 6, 2011 at 2:19 pm

    menurut saya Pancasila tidak salah yang salah adalah orang2 yang menggunakan pancasila untuk hal-hal yang tidak benar , mari sama-sama kita belajar lagi tentang Pancasila untuk hal-hal yang baik untuk menangkis / menyerang idologi-idologi yang tidak jelas bahkan merusak (red: NII, JI, Pro yahudi, dll).

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: