RSS

WASPADA PENIPUAN NII

02 May

Berikut ini adalah beberapa calon korban dan korban penipuan kelompok Negara Islam Indonesia (NII) :

  1. Rieke Diah Pitaloka, politisi PDI Perjuangan, hampir dibaiat oleh kelompok Negara Islam Indonesia (NII) sekitar tahun 1995 s/d 1996 ketika kuliah di Universitas Indonesia(UI). Awalnya kelompok tersebut mengajak diskusi di sekitar Buncit, Mampang, Jakarta Selatan, karena Rieke suka belajar ngaji dan ingin memperdalam ajaran Islam. Diskusi membicarakan seputar Islam, kondisi terkini, masalah bangsa, dan ujung-ujungnya berubah mengajak untuk membentuk negara baru.
  2. Lian, hilang sejak 7 April 2011, ditemukan oleh petugas Kepolisian Sektor (Polsek) Cisarua, Bogor, Jawa Barat,  berdasarkan informasi warga di Mesjid At-Taawun, Puncak, Bogor. Kondisi Lian pada saat ditemukan hilang ingatan, tidak punya identitas diri, tidak ingat keluarga, anak dan suami. Ketika meninggalkan rumah Lian berseragam Kementrian Perhubungan (Kemenhub), berubah penampilan dengan menggunakan pakaian gamis dan penutup muka (cadar).
  3. Mahatir Rizki (19), Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang telah pulang ke rumahnya di Bima, Nusa Tenggara Timur. Rizki diduga korban yang “dicuci” otaknya, didoktrinisasi kelompok NII  sebuah keyakinan tertentu.

Dari kasus-kasus yang dialami Rike dan Rizki, keduanya pada saat kejadian adalah mahasiswa, sedangkan Lian Calon Pegawai Negeri Sipil di Kemenhub. Profesi Mahasiswa (lebih disukai wanita) atau orang-orang muda yang ingin memperdalam agama Islam menjadi sasaran empuk kelompok NII untuk di ”cuci otak”-nya, didoktrinisasi, dan ditipu. Sehingga hilang ingatan dan lupa dengan diri sendiri, maupun keluarganya.

Bagi Mahasiswa beberapa Universitas atau kampus-kampus terkemuka yang menjadi incaran kelompok NII untuk menjadi kader mudanya yang cerdas, seperti UI Depok Jawa Barat, Universitas Muhammadiyah Malang dll agar selalu waspada.

Begitu juga kepada masyarakat yang tinggal di sekitar daerah Mampang, Jakarta Selatan, harus lebih hati-hati dan membentengi diri agar tidak terseret dengan bujukan-bujukan kelompok NII.

Diharapkan Pemerintah dan semua lapisan masyarakat merasa bertanggung jawab, bahu membahu bergerak secara aktif untuk mendeteksi, mengingatkan keluarga masing-masing, tetangga, dan teman akan bahaya kelompok ini, karena ancaman terjadi di tengah masyarakat.

Langkah Polda Metro Jaya melakukan pemetaan dan pemantauan terhadap titik-titik yang menjadi basis NII di wilayah Jakarta, Tangerang dan Bekasi, diharapkan juga dapat berjalan dengan baik.

Di sisi lain Khofifah Indar Parawansa, Ketua Umum DPP Muslimat Nadhatul Ulama (NU), di Palembang, Sabtu (30/4/2011), mengingatkan bahwa satu hal yang harus dipahami masyarakat, yakni pentingnya MENJAGA NEGARA, dan yang lebih penting adalah bahwa kita orang Indonesia yang beragama Islam bukan orang Islam yang hidup di Indonesia.

Khofifah menambahkan bahwa ASAS MEMBELA KEDAULATAN NEGARA ADALAH BAGIAN DARI IMAN.

Adam & Fikri, diduga pelaku "cuci otak" 15 Mhs. UMM & Unibraw Malang, Jatim (Sumber foto :Kompas)

Adam & Fikri, diduga pelaku "cuci otak" 15 Mhs. UMM & Unibraw Malang, Jatim (Sumber foto : Kompas)

Sumber berita :

AntaraNews,  Kompas, Tribun, Vivanews, dan Okezone

 
14 Comments

Posted by on May 2, 2011 in IndonesiaKu

 

Tags: , , , , , , , , , , , , , , ,

14 responses to “WASPADA PENIPUAN NII

  1. coekma

    May 3, 2011 at 5:17 pm

    wew, saya pun sempet hampir jadi korban…

     
    • papua

      May 3, 2011 at 7:47 pm

      Nah lo, agar lebih berhati-hati. Pengalaman yang berharga, untuk bisa memperingatkan saudara-saudara kita, teman atau lingkungan sekitar agar waspada terhadap hal-hal yang berhubungan dengan NII..

       
  2. Mabruri Sirampog

    May 16, 2011 at 1:54 pm

    macem2 aja ya sekarang…
    yg sudah ada ajalah mari dibenahi, jangan malah nambah masalah

     
    • papua

      May 16, 2011 at 9:15 pm

      Saya setuju , membenahi masalah yang sudah ada saja masih susah. Jadi jangan ditambah lagi dengan masalahayang baru. Terima kasih Mabruri…..

       
  3. Goda-Gado

    May 21, 2011 at 4:46 pm

    coba deh bro…. nyari2 info di internet atau datang ke Indramayau

    sy yakin akan memperoleh data lebih jelas lagi tentang NII (Palsu) itu..
    dan yg pasti tentu saja berbeda dari media2 corong pemerintah saat ini.
    misalnya: akan ada fakta2 mencengangkan berikut:

    NII (Palsu) itu pusatnya adalah Al Zaytun (Orang seantero indrmayau sudah tahu dan bukan rahasia umum).

    Pusat NII (Palsu) itu dibangun oleh Soeharto dan selanjutnya dilanjutkan oleh kroni2nya dan komandan terakhirnya adalah mantan Ketua BIN (Hendropriyono).
    Setelah Suharto, para presiden di Indonesia pun melanjutkan bantuan dan sumbangan2 dananya mulai dari Gus Dur, Mega dan SBY tentu saja…
    Bahkan Demokrat ikut bantu pakai uang dollar.
    Wow…

    jd kesimpulan sy, sy yakin urusan NII itu tidak bakal selesai….
    krn itu adalah bagian dr permainan mereka.
    *menyedihkan

     
    • papuaku

      May 24, 2011 at 10:21 pm

      Dikatakan bahwa Al-Zaytun adalah NII PALSU, jelas Al-Zaytun BUKAN NII.
      Berarti mantan Ketua BIN yang dikatakan sebagai komandan terakhirnya berarti juga BUKAN KOMANDAN NII.
      Begitu juga dengan hampir semua mantan2 Presiden kita, termasuk Pak BJ Habibie yang meresmikan Al-Zaytun.
      Sebaliknya, jika Mas Ahmed punya info yang valid tentang NII saya usulkan sebaiknya lapor kepada yang berwajib.
      Untuk masa depan Indonesia yang lebih baik…………
      Terima kasih Mas Ahmed, dengan penjelasannya….

       
      • Goda-Gado

        May 26, 2011 at 9:32 pm

        sudah banyak yg lapor mas….
        tp selalu saja tidak pernah diselesaikan masalahnya….
        yg paling vocal di NII CRISIS CENTER. mereka sudah eksis di blog bertahun2 silam…
        hasilnya sama saja….

        jd sy meyakini hal ini hanya rekayasa politik saja…
        bualan para politikus busuk itu.

        susah ngarepin pemimpin negeri ini…

         
  4. keepkul

    May 24, 2011 at 9:10 am

    Di Era ferormasi ini memang berat buat pemerintah hem…..blm tentu salah sj sudah disalahkan apalagi salah. sedikit-sedikit dibilang terlibat terlibat kok sedikit he….he…, barang kali kalo ada bencana di wil Indonesia pas ada masalah dipemerinthan mungkin di bilang bencana itu rekayasa pemerintah….utk alihkan perhatian….he….he…paranoid. Saya pikir Az Zaitun krn sistem pesantrennya maju saja membuatnya diperhatikan setiap era pemerintahan…bukan karena NII……sory terlalu dangkal…..kalau dianggap permainan pemerintah…..

     
    • papua

      May 24, 2011 at 10:28 pm

      Ha3x…sampai-sampai bencana juga dikatakan REKAYASA PEMERINTAH UNTUK ALIHKAN PERHATIAN.
      Mungkin itu alasan yang populer dan paling gampang dilakukan….menuding ke satu tujuan….
      Terima kasih …. 🙂

       
    • Goda-Gado

      May 26, 2011 at 9:33 pm

      terlalu dangkal krn informasi yg anda peroleh sedikit sih…
      silakan googling di internet atau nanya2 di NII CRISIS CENTER…

       
  5. kepalapuyeng

    May 25, 2011 at 9:46 am

    Masalah NII koq diributkan, coba kita kembalikan kepada diri kita masing masing dulu baru kita koment, kalau kita merasa hidup sebagai bangsa Indonesia tentunya kembali kepada dasar kita “PANCASILA”. Insya Allah akan aman aman saja dan tidak neko neko

     
    • papua

      May 25, 2011 at 12:54 pm

      Saya berharap begitu Mas, dan saya pikir bangsa Indonesia juga berharap begitu agar semua aman-aman saja…..
      Bisa tenang menjalani kehidupan masing-masing….

       
  6. keepkul

    June 1, 2011 at 10:15 am

    Kalo di internet informasi banyak……googling…..di…era spt ini kalo nggak tau googling ya lucu. maslahnya tdk semua informasi yg ada di internet valid….kan tinggal nulis…NII crisis center apakah informasinya bisa dipertanggung jawabkan?…he…he….tidak semua informasi diinternet….valid…bisa cuma utk bangun opini hem…ini kan era opini….masyarakat kita masih ada yg belajar membedakan mana yang bener mana yg tidak, tp juga sdh banyak yang pinter banyak yg sdh pinter ngolah data. Jd jangan kita sepelein, pelajaran statistik mah sdh tidak asing. Paling bijaksana kita harus bersifat netral dulu dalam memahami suatu masalah ntar baru keliatan benang merahnya, baru keliatan yg sebenarnya. Jangan asal benci,asal ngga suka…pokoknya…apa saja salah……itu menghilangkan kebenaran yang sesungguhnya.

     
    • papua

      June 1, 2011 at 10:25 am

      Yak, saya paling suka kalimat tentang :
      ” Agar Paling bijaksana kita harus bersifat netral dulu dalam memahami suatu masalah ntar baru keliatan benang merahnya, baru keliatan yg sebenarnya. Jangan asal benci,asal ngga suka…pokoknya…apa saja salah……itu menghilangkan kebenaran yang sesungguhnya.”

      Kalau bisa dianalogikan seperti menggunakan kacamata hitam, kelihatannya dunia juga gelaaapp terus, hitaaamm terus. Begitu juga sebaliknya kalau kita menggunakan kaca mata bening semua yang kita lihat akan jelas, supaya kita bisa menyimpulkan mana yang benar mana yang tidak…begitu kan maksudnya.
      Kalau ada yang salah kita bisa memberikan saran, supaya tidak salah terus…..

       

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: