RSS

BOM MELEDAK DI CIREBON, BIN KEBOBOLAN?

16 Apr
Sumber : yahoo.com

Sumber : yahoo.com

Ini adalah sebuah berita dari vivanews.com hari ini (16/4), sehubungan dengan pernyataan Wakil Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Aziz Syamsuddin, dalam diskusi tentang Rancangan Undang-Undang (RUU) Intelijen di Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

Aziz menyatakan bahwa :

“Bom di Masjid Mapolresta Cirebon dan serangkaian teror bom yang terjadi adalah bukti Badan Intelijen Negara (BIN) telah kebobolan. Yang semestinya bisa melakukan pencegahan sehingga peristiwa tersebut tidak terjadi”.

Menurut saya, Aziz sebagai seorang politisi yang andal, seharusnya memiliki tanggungjawab moral untuk meluruskan pandangan sebagian kelompok masyarakat yang masih meragukan RUU Intelijen agar segera dijadikan UU. Supaya ada aturan yang tegas mana yang boleh atau yang tidak boleh dilakukan oleh intelijen.

Sekarang coba kita bayangkan, bagaimana bisa Badan tersebut melaksanakan tugasnya kalau setiap langkahnya dicurigai bahwa Intelijen mencampuri ranah privasi rakyat apabila memonitor situs-situs jejaring sosial,  dilarang melakukan penyadapan sebagai salah satu cara untuk mengatahui gerakan-gerakan teroris yang sudah menggunakan teknologi untuk merencanakan dan melaksanakan kegiatannya, dilarang menangkap walaupun sasaran sudah di depan mata.

Alangkah baiknya kalau Aziz mengingatkan agar kita satu kata dalam melawan rongrongan teroris, dengan memberikan kewenang-kewenangan yang dibutuhkan oleh sebuah Badan Intelijen untuk mengantisipasi keadaan dan mengoptimalkan kemampuannya dalam melindungi bangsa ini dengan memberikan rambu-rambu yang jelas.

Sadarkah kita, sementara komponen bangsa ini masih berkutat dengan pro dan kontra tentang RUU Intelijen, para teroris tertawa terbahak-bahak sambil terus menjalankan rencana-rencananya….

Mengapa kita tidak berkaca kepada negara tetangga kita Malaysia yang jauh lebih aman dari gangguan teroris, karena Intelijennya mempunya Internal Security Act (ISA) atau Singapura karena mereka punya UU Anti Terorismenya yang jelas. Bahkan Negara yang menjunjung tinggi Hak azazi Manusia seperti Amerika punya Patriot Act.

Undang-undang ini telah mampu melindungi masyarakat dan bangsa mereka dari rasa takut akibat teror.

Pertanyaannya, sampai kapankah Badan Intelijen Negara punya sebuah rambu-rambu untuk bergerak dengan percaya diri dalam melindungi bangsanya?

 
10 Comments

Posted by on April 16, 2011 in IndonesiaKu

 

Tags: , , , , , , , , , ,

10 responses to “BOM MELEDAK DI CIREBON, BIN KEBOBOLAN?

  1. saptriyawati

    April 17, 2011 at 9:18 am

    Wah senang nya bisa berkunjung di Blog nya papua🙂, salam kenal dari ujung sumatera🙂

     
    • papua

      April 24, 2011 at 3:39 am

      Terima kasih Saptri, maaf saya panggil apa ya…???? dek Saptri aja gimana…???

       
  2. Padly

    April 17, 2011 at 3:49 pm

    Berati dugaan ku benar!

    Intelejen, intelejen, intelejen… Polemik yg ga ada habis-habisnya. Memang sih, intelejen adalah sesuatu yang penting dalam menjaga keamanan sebuah negara, tapi kalau digunakan untuk mengawasi anak Bangsa sendiri, Bagaimana bersinergi antara pemerintahan dengan rakyat -sepertinya malah jadi saling curiga mencurigai-. Seharusnya intelejen lebih digunakan kepada pihak asing yang ¨bermain¨ di negeri ini.

    Aku tidak percaya, ada anak bangsa ini yang mau mencelakaan negaranya sendiri, meskipun berbeda ideologi dengan Pancasila -kecuali mereka yang menjadi agen-agen asing-.

    Oia… Negara yang katanya ¨paling¨ menjunjung tinggi HAM seperti AS, juga sering lho kebobolan sama yg namanya teror.😀

     
    • papua

      April 24, 2011 at 3:44 am

      Setuju Mas, menurut saya juga begitu, intelejen adalah sesuatu yang penting dalam menjaga keamanan sebuah negara, oleh karena itu kita harus membantu lembaga tersebut dengan menyediakan aturan2 yang jelas.
      Kita jangan mencurigai terus apa yang dilakukan, mari kita dukung….
      Supaya negara kita menjadi kuat, tidak gampang dilemahkan oleh pihak luar….

       
  3. dhila13

    April 18, 2011 at 10:29 am

    satu lagi orang bodoh tertipu untuk melakukan tindakan pencapaian surga… miris😦

     
    • papua

      April 24, 2011 at 3:48 am

      Tentu saja orang picik yang menganggap jihad itu identik dengan mengorbankan diri alias bunuh diri. padahal pelaku di cirebon misalnya, istrinya sedang hamil.
      Apakah dia memikirkan siapa yang akan membiayai persalinan istrinya, bahwa anaknya lahir tanpa bapak.
      Karena bapaknya tewas dengan cara yang bodoh atau dibodoh2i pihak lain…???

       
  4. Mabruri Sirampog

    April 24, 2011 at 10:18 pm

    perlu diluruskan lagi akan arti dari jihad yg sebenarnya….
    mudah2an aksi2 teror semacam ini dan teror2 yg lainnya akan segera berakhir di negeri tercinta ini….

    Smoga Tuhan memberkahi negari ini, aamiin

     
    • Papua

      April 24, 2011 at 11:11 pm

      Menjadi tugas kita bersama untuk meluruskan orang-orang yang mungkin salah jalan yang ada disekitar kita.
      Kita juga harus meningkatkan kewaspadaan jika ada hal-hal yang tidak pada tempatnya terjadi disekitar kita…

       
  5. gusngger

    April 25, 2011 at 6:26 am

    Damailah negeriku…
    Yuk jaga terus negeri ini agar damai selalu.

    Salam…

     
    • Papua

      April 26, 2011 at 8:38 pm

      Kita ingin negeri ini berfikir kedepan, agar bangsa kita maju.
      Tidak seperti sekarang pemerintahnya sibuk mengatasi BOM, dihancurkan dan dirusak oleh anak negerinya sendiri.
      Terima kasih Gusngger

       

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: