RSS

PERISTIWA TEMANGGUNG

09 Feb

Belum hilang duka kita dengan tragedi Cikeusik, Pandeglang, Banten, kembali kita dikagetkan oleh peristiwa di Temanggung, Jawa Tengah, Selasa  (8/2).

Temanggung adalah sebuah kota kecil yang rukun, sejuk, bersih, dan sering meraih penghargaan “Adipura”, dengan semboyan BERSENYUM (Bersih, Sehat dan nyaman).

Kententeraman itu tiba-tiba sirna, terjadi amuk massa dengan sasaran  :

  • Gereja Katolik Santo Paulus
  • Gereja Pantekosta
  • Gereja Bethel Indonesia
  • Dua mobil polisi dirusak
  • Mobil dan motor hangus terbakar.

Selasa pagi (8/2),  massa sudah mendatangi lokasi sidang kasus penistaan agama di Gedung Pengadilan Negeri Temanggung, dengan terdakwa Antonius Richmond Bawengan (58), yang diadili karena membagikan buku dan selebaran yang dianggap menghina Islam, khususnya Ka’bah.

Walaupun Antonius telah menyampaikan permohonan maaf di pengadilan, massa tetap tidak menerima apalagi ketika jaksa penuntut umum hanya mengajukan tuntutan maksimal lima tahun penjara, karena mereka minta terdakwa dihukum mati.

Massa menyerang polisi dengan ketapel, dan kerusuhan melebar sampai ke kota Temanggung.

Beberapa tokoh yang menyesalkan kejadian ini adalah :

  1. Din Syamsudin, Ketua Umum PP Muhamadiyah, berharap masing-masing pihak menahan diri untuk menghindari konflik berbau suku, agama, ras, antargolongan (SARA) yang bisa dimanfaatkan oknum tidak bertanggung jawab untuk menangguk di air keruh. Beliau juga meminta agar umat beragama mewaspadai gelagat dan provokasi maupun adu domba dari pihak yang ingin mengganggu kerukunan antarumat beragama.
  2. FX Krisno Handoyo, Romo Vikep Wilayah Kedu, menyatakan bahwa  mereka memaafkan perilaku warga yang menyerang, dan menganggap itu hanyalah tindakan oknum, karena beliau yakin umat Islam tidak suka dan pasti mengutuk aksi kekerasan seperti itu.
  3. Romo Aloysius Budi Purnomo, Ketua Komisi Hubungan Antar Agama Gereja Katolik, merasa heran, karena dalam sejarah Temanggung, tidak pernah terjadi kerusuhan terkait SARA. Umat Katolik juga ikut ternoda oleh tindakan Antonius yang memprovokasi anti Bunda Maria, hal ini merupakan pengingkaran iman Katolik seutuhnya, karena Bunda Maria sangat dimuliakan.
  4. Nusron Wahid, Ketua Umum PP GP Ansor, mengatakan  pembakaran gereja adalah tindakan biadab. Tidak ada ajaran agama apapun yang memperbolehkan kaumnya melakukan anarki.
  5. Andreas Yewangoe, Ketua Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI) meminta agar umat Kristiani tenang, dan meminta agar aparat betul-betul menjaga keamanan.

Kita juga berharap supaya masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh hal-hal yang bersifat anarkis. Apapun alasannya kekerasan antar sesama warga negara tidak boleh terjadi di negara ini.

Semoga ………….

Sumber : Vivanews.com

 
2 Comments

Posted by on February 9, 2011 in IndonesiaKu

 

Tags: , , , , ,

2 responses to “PERISTIWA TEMANGGUNG

  1. Wati

    February 9, 2011 at 8:11 am

    semoga perstuan dan kedamain tetap terjaga.

     
    • papuaku

      February 9, 2011 at 9:05 am

      Saya juga mengharapkan demikian “Wati”, karena tidak ada satu agamapun yang menganjurkan kita berbuat anarkis terhadap sesama…..

       

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: