RSS

BANJIR

27 Oct

Hujan yang turun terus menerus, dengan ketinggian curahnya yang ekstrim membuat Jakarta lumpuh total sejak Senin dan Selasa kemaren (25 dan 26/10).

Sebagai gambaran teman saya dari daerah sekitar Pancoran pukul 17 baru sampai di  Grogol pukul 22.30. Ponakan saya dari Saharjo dari pukul 21 baru sampaidi Pancoran pukul 1 (dini hari). Dapat dibayangkan betapa parahnya kemacetan saat itu. Perapatan Pancoran stuck (tidak bergerak)

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Priyanto dalam wawancaranya di TV pagi ini (27/10) dan pernyataan-pernyatan Gubernur DKI Jakarta, Foke sebelumnya telah menjelaskan bahwa di bantaran kali Ciliwung sepanjang 39 km (di daerah DKI ) terdapat 109 titik sampah,  masing-masing titik bisa “menghasilkan” 10 sampai 15 truk sampah setiap hari.  Banyangkan berapa ton sampah masyarakat Jakarta yang DIBUANG ke kali setiap harinya.

Joroknya warga Jakarta ...??? (Foto : tribunnews.com)

Joroknya warga Jakarta ...??? (Foto : tribunnews.com)

Sedangkan yang bisa ditangani belasan titik, hampir seratusan titik lagi belum tertangani dengan baik.

Begitu dahsyatnya produksi sampah KITA.

Andaikan semua orang berusaha untuk membuang sampah di tempat yang sudah ditentukan. Saya yakin masalah banjir pasti akan banyak berkurang, dan pasti akan sangat berarti buat kita semua.

Masalahnya banyak masyarakat kita hanya bisa menyalahkan pihak pemerintah, bahwa pemerintah harus bertanggungjawab, padahal tingkah laku (habit) mereka mengenai sampah masih belum bisa diperbaiki. Kesadaran masyarakat masih rendah, sehingga upaya-upaya apapun yang dilakukan seolah-oleh tidak ada artinya sama sekali.

Saya berharap semoga kita sadar bahwa masalah ini tidak bisa hanya diselesaikan oleh pemerintah, padahal kita juga bisa berbuat.  Seperti pepatah :

“Mulailah dari diri sendiri dan

Mulilah saat ini…!!!!”

bukan hanya slogan.

Agama yang sebagian besar dianut masyarakat Indonesia  menyampaikan bahwa “Kebersihan adalah sebagian dari iman”.  Tetapi realita menyatakan bahwa, banyak diantara kita hanya bisa mengucapkan tanpa bisa mengamalkannya.

Seandainya semua muslim di Indonesia (di Jakarta) yang diperkirakan sekitar 90% dari jumlah penduduk bisa mengamalkan kebersihan dalam kehidupan sehari-hari, saya yakin akan dapat mengurangi banjir di Jakarta.

Kali atau sungai yang bersih juga bisa dimanfaatkan untuk Ekowisata atau olah raga seperti arung jeram dll. Bisnis wisata akan hidup, pemandu wisata juga demikian, pelatih arung jeram mendapat kesibukan, dan bisnis penyewaan perahu karet dan semua perlengkapannya akan berkembang.

Kehidupan dan ekonomi di sekitar bantaran kali akan berkembang, lapangan kerja terbuka lebar,  kesejahteraan masyarakat meningkat.

Banyak negara yang sudah mampu menjual dan membanggakan  ekowisatanya, sebut saja Inggris, Belanda, Itali ,  dan Thailand.

Indonesia kapan…????

 
4 Comments

Posted by on October 27, 2010 in IndonesiaKu

 

Tags: , , , ,

4 responses to “BANJIR

  1. Denuzz BURUNG HANTU

    November 3, 2010 at 1:57 pm

    itu sungai sampah ya?
    ck ck ck …

     
    • papuaku

      January 25, 2011 at 3:00 pm

      Benar Mas, namanya sungai sampah…
      He3x terima kasih
      Salam ….

       
  2. Guvee

    January 25, 2011 at 5:03 am

    Hmmm… attitudenya mesti diperbaiki…

     
    • papuaku

      January 25, 2011 at 3:02 pm

      Ya Mas, mungkin harus kita mulai dari kelompok terkecil : diri sendiri, keluarga, rt, rw, dst…

       

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: