RSS

DEMONSTRAN

05 Sep
Papuaku, 5 September 2010 – Teman-teman kita di Jakarta dan beberapa kota lainnya masih sibuk dan terkonsentrasi setiap hari ke masalah hubungan Indonesia – Malaysia. Tiada hari tanpa demo, tentu saja dengan biaya yang tidak sedikit.Begitu juga dari segi aparat kepolisian betapa besarnya biaya yang dikeluarkan untuk melakukan pengamanan demo setiap hari…..
Tearkhir kemarin Sabtu (4/9), pukul 14.00 WIB di sekitar Kuningan, di depan Kedutaan Besar Malaysia, ratusan demonstran berunjuk rasa dijaga oleh aparat kepolisian, meneriakkan rasa patriotisme dan cinta negara. Seandainya suatu saat jika terjadi bentrok teman-teman itu akan bentrok dengan aparat kita sendiri (bangsa sendiri).
Pikiran saya tiba-tiba teringat Berita di TV Nasional siang itu, tentang Penderitaan Pengungsi Gunung Sinabung.
  • Bahwa Gunung tersebut diperkirakan masih akan meletus, karena  hingga saat ini masih terjadi gempa vulkanik dalam skala kecil. Sehingga Pemerintah tetap menghimbau agar masyarakat yang bermukim dan beraktivitas dalam radius enam kilometer dari kawah aktif tetap mengungsi ke tempat aman.
  • 25 posko yang dijadikan tempat penampungan semakin kumuh, seperti di Jambur Taras, Brastagi, sehingga mengganggu pemandangan, kotornya lokasi pengungsian membuat pengungsi tidak nyaman, berakibat akan munculnya penyakit Diare dan pusing-pusing, apalagi asap tebal seperti awan dan bergumpal dari letusan gunung juga  bercampur partikel belerang yang dapat mengakibatkan ISPA (infeksi saluran pernapasan akut) atau.
  • Ribuan pengungsi hidup dalam keprihatianan, siang kepanasan dan malam kedinginan, membutuhkan bantuan sembako, pakaian, susu bayi dan makanan balita, obat-obatan, selimut hangat, serta pembalut wanita. Sementara makanan yang didrop umumnya makanan untuk orang dewasa seperti : mie instan.
  • Warga juga butuh dukungan moril, apalagi sebagian besar adalah orang tua dan lansia. Ribuan pengungsi terancam terusir dari Jambur akibat tempat penampungan yang mereka gunakan akan digunakan untuk keperluan upacara adat oleh pemiliknya
  • 6.691 siswa dari 31 sekolah belum bisa melakukan aktivitas belajar, karena masih mengungsi bersama orang tua mewaspadai letusan susulan Gunung Sinabung. Ke-31 sekolah itu tersebar di empat kecamatan yang berada di kaki Gunung Sinabung, di antaranya Kec. Simpang Empat, Naman Teran, Tiganderket dan Payung yang letaknya enam kilometer dari gunung. Ada 22 SD yang diliburkan dengan jumlah siswa sebanyak 3.590 orang, 7 SMP dengan jumlah siswa sebanyak 2.426 orang, 2 SMA dengan jumlah siswa sebanyak 675 orang. Apalagi sekolah-seoklah tersebut juga tertutup abu vulkanik
  • Puluhan korban kini tak berdaya dan harus menjalani rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabanjahe.
  • Yang kadang terlupakan adalah memberi bimbingan dan masukan kepada pengungsi khususnya anak-anak usia sekolah dasar agar tidak mengalami tekanan mental akibat musibah letusan gunung tersebut. Sampai saat ini jumlah pengungsi telah mencapai 27.472 orang.
Seandainya sumber daya dan biaya untuk berunjuk rasa itu disumbangkan kepada pengungsi di Gunung Sinabung, mungkin akan lebih bermanfaat secara nyata …………….
Mohon maaf, saya hanya mencoba memberikan keseimbangan cara kita berfikir dan bertindak……bukannya menggurui, hanya berusaha menuangkan apa yang saya rasakan. Tidak lain karena rasa cinta tehadap Tanah Tumpah Darah ini.
 
7 Comments

Posted by on September 5, 2010 in Uncategorized

 

Tags:

7 responses to “DEMONSTRAN

  1. Sandy

    September 5, 2010 at 5:56 am

    OKE

     
  2. TuSuda

    September 5, 2010 at 10:27 am

    Betul, segala kekayaan alam harus dimanfaatkan untuk kemakmuran rakyat. Terlebih lagi saat ada banyak bencana alam di negara kita.
    SALAM dari KEndari, Sultra.🙂

     
    • pupu

      September 5, 2010 at 4:09 pm

      Terima kasih Mas TuSuda, salam juga untuk blogger di Kendari

       
  3. Sawali Tuhusetya

    September 5, 2010 at 11:38 am

    memang benar, mas. sungguh menyedihkan, bangsa kita yang besar ini terus dihantam masalah yang tak pernah berujung. tak hanya persoalan sosial dan politik, alam pun rupanya juga sdh mulai kurang bersahabat. semoga para pemimpin negeri ini bisa membuat kebijakan yang tepat sehingga masalah yang muncul bisa secepatnya teratasi.

     
    • pupu

      September 5, 2010 at 4:11 pm

      Mudah2an Pak Sawali bisa memulainya dari anak didik Bapak di SMP ……….agar cinta tanah air….

       
  4. bolehngeblog

    September 5, 2010 at 3:31 pm

    tetap saja mereka pilih untuk demonstrasi saja, karena dengan demonstrasi, kepentingan2 kelompok di belakangnya terwakili…

     
    • pupu

      September 5, 2010 at 4:13 pm

      Ha3……ada yang suka memanfaatkan situasi seperti ini ya Mas…..Terima kasih sudah berkunjung ke Blog ini. Salam…..

       

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: